Doa

1943

TuhankuDalam termanguAku masih menyebut namaMu

Biar susah sungguhmengingat Kau penuh seluruh

cayaMu panas sucitinggal kerlip lilin di kelam sunyi

Tuhanku

aku hilang bentukremuk

Tuhanku

aku mengembara di negeri asing

Tuhankudi pintuMu aku mengetukaku tidak bisa berpaling

“Doa” (1943), dedicated “to the steadfast believer”, via the Indonesian Wikisource transcription.

Public domainThis poem is in the public domain. You may read it, copy it, recite it and publish it without asking anyone.